Home / Olahraga / Laporan Perjalanan LBSN: Ekspedisi Tim Bridge MA Arifah dari Gowa Hingga Panggung Nasional di Bogor

Laporan Perjalanan LBSN: Ekspedisi Tim Bridge MA Arifah dari Gowa Hingga Panggung Nasional di Bogor

GOWA, MAARIFah.SCH.ID – Perjalanan menuju Grand Final Liga Bridge Siswa Nasional (LBSN) 2025 di Bogor menjadi sebuah ekspedisi penuh cerita, ketangguhan, dan pembelajaran berharga bagi enam siswa MA Arifah Gowa. Berikut adalah laporan lengkap perjalanan tim, yang menggambarkan dinamika perjuangan dari persiapan hingga tiba kembali di tanah kelahiran.

Pra-Keberangkatan: Perubahan Rencana dan Tantangan Awal

Kegiatan LBSN di Bogor diupayakan beririsan dengan Arifah Tour de Campus (ATC) 2025. Awalnya, rencana keberangkatan diformat dalam satu gelombang besar bersama 25 orang pada Senin, 8 Desember 2025. Namun, sejumlah kendala teknis dan administratif—termasuk persoalan izin keberangkatan—memaksa tim untuk mengubah strategi.

Akhirnya, dibuat skenario keberangkatan tiga gelombang:

  1. Gelombang 1: Berangkat Senin (8/12/25) via udara menuju Bali.
  2. Gelombang 2: Berangkat Selasa (9/12/25) via laut ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
  3. Gelombang 3: Berangkat Rabu (10/12/25) via udara ke Juanda, Surabaya.

Ketiga tim direncanakan bertemu pada Kamis (11/12/25) untuk bersama-sama melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Dari Jakarta, tim akan terpisah: peserta ATC melanjutkan ke Surabaya, sementara peserta LBSN langsung menuju Bogor.

Namun, perubahan mendadak terjadi menjelang keberangkatan. Izin kepala madrasah selaku ASN ternyata tidak kunjung disetujui. Oleh karena itu, Ananda Nurul dan ibunya dengan sigap bersedia mengantar empat siswa peserta LBSN via laut. Mereka bertanggung jawab penuh meskipun juga harus membayar tiket dan akomodasi sendiri. Keputusan ini menjadi penyelamat keberangkatan tim.

Perjalanan Laut: Ujian Pertama dalam Kebersamaan

Enam peserta akhirnya berangkat via kapal laut dengan satu tantangan utama: hanya tersedia satu kamar untuk empat orang. Aturan keselamatan dan pengawasan mengharuskan pemisahan antara peserta putra dan putri, namun situasi darurat memaksa semua peserta (6 orang) harus berbagi satu kamar dengan pengawasan ketat dari pendamping. Alhamdulillah, perjalanan berjalan lancar dan aman.

Kapal Dharma Kencana 7 yang dijadwalkan tiba di Surabaya pada Rabu malam pukul 23.00, terneta molor hingga Kamis pagi pukul 09.00. Akomodasi yang telah dipersiapkan di Mess Pemda terpaksa tidak digunakan karena waktu yang sangat terbatas. Dengan sisa waktu sekitar tiga jam sebelum kereta ke Yogyakarta berangkat pukul 12.00, tim memanfaatkan momen singkat untuk mengunjungi Kebun Binatang Surabaya sebelum akhirnya meluncur ke Yogyakarta.

Yogyakarta: Drama Akomodasi dan Tantangan Logistik

Tiba di Yogyakarta pada malam hari, tim langsung dihadapkan pada persoalan akomodasi. Kamar yang dipesan hanya dua unit (4 bed), sementara tim berjumlah 7 orang (3 putra, 4 putri). Aturan hotel mengharuskan tambahan biaya untuk extra bed atau penambahan kamar. Setelah diskusi singkat, diputuskan untuk menambah extra bed demi efisiensi waktu dan biaya.

Namun, muncul usulan dari peserta agar semua siswa dikumpulkan dalam satu kamar—sebuah ide yang dengan tegas ditolak karena melanggar prinsip pengawasan dan etika. Akhirnya, pengaturan kamar disepakati: pendamping putra bersama peserta putra dalam satu kamar, sementara pendamping putri bersama peserta putri di kamar lainnya.

Masalah lain muncul saat beberapa peserta memilih tidak ikut mencari makan ke Malioboro dengan alasan kelelahan. Kepanikan sempat terjadi ketika pintu kamar tidak dibuka oleh peserta yang tertidur pulas. Berkat bantuan resepsionis, situasi dapat diatasi. Di sisi lain, pentingnya asupan makanan menjadi perhatian serius. Meski dengan “sedikit drama”, seluruh peserta akhirnya dapat makan sebelum beristirahat untuk perjalanan esok hari.

Keesokan harinya, tim harus bangun lebih awal untuk mengejar kereta pukul 06.00. Tantangan membangunkan peserta yang masih kelelahan sempat membuat pendamping harus bersikap tegas. “Saya harus memastikan kita tidak ketinggalan kereta. Mereka sempat menangis, tetapi di stasiun sudah ceria lagi. Itulah dinamika perjalanan tim,” ujar pendamping.

Jakarta-Bogor: Perjuangan di Tengah Kemacetan dan Miskomunikasi

Setelah melewatkan kunjungan ke Bandung karena keterlambatan jadwal, tim tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Rencana bergabung dengan tim ATC untuk mengunjungi Monas pun batal karena kemacetan parah. Di titik ini, dua peserta ATC—Najwan dan Fatih—bergabung dan memberikan bantuan luar biasa dalam koordinasi logistik berikutnya.

Perjalanan dilanjutkan menuju Bogor dengan kereta yang padat. Tiba di Stasiun Bogor sekitar pukul 20.00, tim langsung mencari makan sebelum akhirnya menuju penginapan di Asrama Lantimojong. Ada sedikit miskomunikasi karena asrama ini ternyata adalah asrama mahasiswa, bukan mess pemda seperti yang dibayangkan. Namun, kelelahan yang mendalam membuat semua peserta langsung tertidur pulas.

Hari Pertandingan: Fokus dan Strategi Bertahan

Sabtu, 13 Desember 2025, adalah hari pertama pertandingan. Tim berangkat pukul 07.30 dengan dua mobil Grab, namun harus menghadapi macet Bogor yang menyebabkan keterlambatan di lokasi pertandingan di Gedung Telkomsat. Round pertama pun dimulai.

Di sela-sela pertandingan, diskusi intensif dilakukan terkait akomodasi malam itu. Peserta diberikan dua opsi: pindah ke hotel dengan konsekuensi logistik yang rumit, atau tetap di asrama dengan kompensasi tambahan akomodasi nyaman di Surabaya. Setelah melalui musyawarah, peserta sepakat untuk tetap di Asrama Lantimojong.

Malam harinya, tim sempat mengunjungi Botani Square untuk makan malam dan membeli oleh-oleh sebelum kembali beristirahat.

Hari Kedua dan Perjalanan Panik Menuju Surabaya

Minggu, 14 Desember 2025, adalah hari terakhir pertandingan. Setelah sesi final, tim memutuskan untuk tidak menunggu pengumuman hasil dan langsung bergerak cepat ke restoran Sambak di Dramaga untuk makan siang. Namun, macet parah Bogor kembali menguji.

Kepanikan muncul ketika diketahui bahwa bus ke Surabaya harus sudah tiba di terminal pukul 15.00. Dengan waktu yang sangat mepet, tim terpaksa menggunakan Grab motor dan mobil dengan segala keterbatasan. “Kerja sama tim, terutama dari Ananda Najwan dan Fatih, sangat membantu dalam situasi kritis ini,” cerita pendamping.

Setelah melalui perjuangan menyeret koper dan salah titik antar, tim akhirnya tiba di terminal dan berhasil naik bus premium menuju Surabaya. Perjalanan darat yang panjang ini ditempuh dengan segala kelelahan, namun juga diwarnai keakraban dan canda tawa.

Surabaya: Penyatuan Kembali dengan Tim ATC dan Persiapan Pulang

Bus tiba di Surabaya pukul 09.00 keesokan harinya, lebih lambat dari jadwal. Tim langsung menuju Hotel News untuk bergabung dengan peserta ATC. Momen ini menjadi penyegaran setelah perjalanan panjang. Peserta menggunakan waktu untuk mengerjakan tugas asesmen, beristirahat, dan berburu oleh-oleh terakhir.

Pada 16 Desember 2025, seluruh peserta berkumpul di lobby hotel untuk packing akhir sebelum berangkat ke Bandara Juanda. Penerbangan menuju Makassar berjalan lancar, dan Alhamdulillah, seluruh tim tiba dengan selamat di Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 23.35 WITA.

Penutup: Lebih Dari Sekedar Pertandingan

Perjalanan ini bukan hanya tentang berlomba di tataran nasional. Ini adalah sekolah kehidupan tentang adaptasi, kerja sama, ketangguhan, dan kepemimpinan. Setiap kendala yang dihadapi menjadi pengikat solidaritas tim yang tak ternilai.

“Kami pulang bukan hanya dengan hasil pertandingan, tapi dengan pengalaman, cerita, dan pelajaran yang akan selalu dikenang,” tutup salah satu peserta.

Tim Bridge MA Arifah Gowa telah menunjukkan bahwa perjuangan menuju puncak seringkali lebih berharga daripada pencapaian itu sendiri.


Kategori: Kegiatan Siswa, Laporan Perjalanan
Penulis: Tim Dokumentasi LBSN MA Arifah
Tanggal Publikasi: [Tanggal/Bulan/Tahun]
Gambar Pendamping: [Tersedia di Galeri]


Bagikan berita ini:
📱 Ikuti kegiatan dan prestasi MA Arifah di:
🌐 Website: www.maarifah.sch.id | www.maarifah.my.id
📷 Instagram: @maarifah_gowa
📘 Facebook: MA Arifah Gowa Official


Tags: #LBSN2025 #GrandFinalBogor #BridgeNasional #EkspedisiArifah #PerjalananTim #MAArifahGowa #SiswaTangguh #PengalamanBerharga #LaporanPerjalanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *